Kumpulan cerita lucu 1

Berburu nyamuk


Seorang wanita berjalan menuju dapur untuk menemui suaminya yang sedang sibuk dengan obat nyamuknya.

"Kamu lagi ngapain sih, sayang?" tanya istrinya.

"Berburu nyamuk," jawab si suami.

"Udah ada yang tertangkap?"

"Oh ada donk, 3 nyamuk jantan dan dua nyamuk betina," jawab suami bersemangat.

Istrinya bingung dan bertanya, "Kok kamu bisa tahu jenis kelaminnya?"

"Ada tiga nyamuk di atas bungkus rokok, dan dua nyamuk di atas pesawat telepon!"

Gado-gado


Suatu hari sebuah kereta api melaju dengan kencang hendak melewati perkampungan. Di perkampungan itu ada seorang ibu penjual gado-gado selesai mencuci serbetnya (kain lapnya) yang berwarna merah. Selesai mencuci dia mengibaskan serbet tersebut untuk dijemur di pagar pembatas antara rel kereta dengan kampung.

Dari kejauhan, sang masinis kereta melihat si ibu dengan kain lap yang berwarna merah yang dikebas-kebaskan. Masinis menjadi menyangka ibu itu memberi tanda bahaya. Dengan khawatir masinis segera mengerem keretanya secara mendadak hingga menyebabkan para penumpang kereta terjungkal.

Lalu masinis bertanya pada ibu tersebut, "Ada apa, Bu?"

Si ibu penjual gado-gado pun menjawab dengan ringan, "Hampir habis, Pak. Tinggal kacang panjang dan kangkung doang!"

Burung Bangau


Cucuku, Ana, diberi tugas oleh gurunya untuk membuat cerita mengenai "Asal-usul Keluargaku". Tujuannya adalah untuk mengerti genelogi anak- anak.

Pada saat makan malam Ana bertanya, "Nenek, dari mana aku datang?"

Aku agak gugup menjawabnya, karena takut salah menjawab sedangkan anak dan menantuku sedang keluar kota. Akhirnya aku menjawab sesederhana mungkin, "Begini sayang, seekor burung bangau membawamu kesini."

"Kalau Mama, datangnya dari mana?"

"Burung bangau juga yang bawa dia kesini."

"Kalau gitu ... Nenek datangnya dari mana?"

"Sayang, burung bangau itu juga yang bawa Nenek ke rumah orangtua Nenek."

"Ya udah deh ... makasih ya, Nek."

"Okay, thanks, Grandma."

Aku sudah lupa akan kejadian itu ketika beberapa hari kemudian ketika aku sedang membersihkan kamar Ani, aku membaca kalimat pertama dari laporannya ....

"Selama tiga generasi, tidak ada keluarga kami yang lahir dengan normal."

Ganti rugi


Seekor anjing kepunyaan seorang pengacara yang sedang dilepas, nyelonong masuk ketempat penjualan daging dan mencuri sepotong daging sapi.

Tukang daging lalu mendatangi kantor si pengacara dan bertanya, "Kalau seekor anjing yang dilepas dan mencuri sepotong daging dari tempat saya, apakah saya punya hak untuk minta ganti rugi kepada si pemilik anjing?"

"Tentu saja!" jawab si pengacara.

Tukang daging bersorak kegirangan "Bagus sekali, kalau begitu bapak harus bayar saya $7.99 untuk daging yang dicuri anjing bapak dari tempat saya tadi pagi."

Pengacara tanpa sepatah katapun langsung membayar $7.99 kepada si tukang daging.

Besoknya saat tukang daging mengambil surat dari mailbox dan dia menemukan salah satu surat dari si pengacara berisikan tagihan, isinya: "$25.00 untuk konsultasi."

Ita yang Centil


Ita baru masuk SMU, masa-masa pubernya bikin dia centil dan suka ngerjain orang. Kali ini dia dapet kata-kata baru buat ngerjain orang. Hari pertama, dia nelepon temannya :

"Rin, gue udah tau semuanya !"

"Hah.." Suara disana terdengar lemas. "Ta, elu jangan bilang Indri kalo gue jalan sama cowoknya ya Ta. Gue ada voucher makan di HokBen, elu jangan bilang-bilang yah. Sori gue cuma bisa ngasih itu doang."

"Okelah, gue sih terima aja, lu kan temen gue." Begitu telepon ditutup, Ita langsung teriak girang. "Wah oke juga nih, gue dapet voucher HokBen !! Coba gue praktekin lagi."

Kali ini Ita masuk kamar kakaknya dan langsung bicara pelan didekat kuping kakaknya yang lagi tiduran.

"Wa, gue udah tau semuanya. Ternyata gitu ya Wa."

Dewa langsung bangun, mengambil sebuah kunci dan berbisik pada Ita. "Ta, lu boleh pake mobil sebulan penuh plus gue kasih bensinnya. TApi jangan bilang Papi kalo gue nge-gele yah !!!"

"BEres. "

Ita benar-benar girang, kali ini dia mencegat Papinya yang baru pulang kerja. "Pah,." Ita mengejar Papinya yang cuek bebek "Pah, Ita mau ngomong."

"Ada apa sih Ta ?!! Papa capek nih."

"Ita udah tau semuanya Pah..."

Mendadak PApanya celingukan, mengeluarkan HP dan menelepon seseorang "Ta, Credit Card kamu udah Papa aktifkan lagi. Tapi !!! Jangan pernah bilang Mama soal si Ijah."

Ita girang campur sebel. Ternyata Papanya menduakan Mama cuma demi pembantunya si Ijah Ita langsung berlari tanpa sepatah katapun.

Diluar, Ita bertemu Pak Udi, sopirnya yang sudah belasan tahun bekerja dirumahnya. Ita mulai usil lagi. Dia kesal juga, pasti dia tau soal si Ijah, tapi bungkam selama ini, gue kerjain juga nih, pikirnya.

"Pak !!!" Ita benar-benar membuat kaget sopirnya "Saya sudah tau semuanya."

Pak Udi terbengong, dan perlahan meneteskan airmata.

Ita malah bingung.

"Ita !!! Peluklah Bapakmu ini Sayang. Akhirnya kau tahu juga Nak !"







 
 
 

Alexys Network

 
Copyright © Free Info Internet