Mahapatih Gajah Mada

Patih Gajah Mada merupakan patih terbesar dan terkenal dari Kerajaan Majapahit, menggantikan Arya Tadah menjadi patih pada tahun 1331 sampai meninggalnya pada tahun 1363 M.


Gajah Mada

Sumpah Palapa yang terkenal itu dan termuat dalam kitab Pararaton berbunyi sebagai berikut : “ Sira Gajah Mada pepatih amungkubumi tan ayun amukita palapa, sira Gajah Mada : Lamun huwus kalah nusantara ingsun amukti palapa, lamun kalah ring Gurun, ring Seram, Tanjungpura, ring Haru, ring Pahang, Dompo, ring Bali, Sunda, Palembang, Tumasik, samana ingsun amukti palapa “

Beliau menjabat patih amangkubumi tidak ingin menikmati palapa, sampai : kalau sudah kalah seluruh nusantara saya akan menikmati palapa, kalau sudah kalah “ Gurun, Seram, Tanjungpura, Haru, Pahang ( Semananjung ), Dompo, Bali, Sunda, Palembang, Tumasik ( Singapura ) pada waktu itulah saya akan menikmati palapa

Sumpah Palapa Gajah Mada itu mendapatkan cercaan dan makian teman-temannya, Jabung Terawas dan Lembu Peteng tertawa-tawa, mengejek Gajah Mada. Ra kembar dan Banyak dengan terus terang mengatakan tidak mau percaya kepada kemenangan Gajah Mada. Mendengar ejekan dan penghinaan itu Gajah Mada segera bertindak. Rapat penghadapan ditinggalkannya dan terus pergi menghadap Paduka Bathara Koripan ( Kahuripan ) Tribhuwanatunggdewi, akibatnya Ra Kembar dan Ra Banyak kemudian mendapatkan hukuman mati karena kesalahannya.

Patung Kepala diatas menunjukkan kemahiran yang luar biasa dari para pengrajin dari Majapahit dalam pembuatan potret pribadi yang sangat tinggi. Patung utama yang satu ini populer diasosiasikan sebagai Gajah Mada, seorang Perdana Menteri / Maha Patih dari Majapahit, diperkirakan oleh karena air muka yang tegas yang sesuai dengan karekter yang kuat dari Sang Maha Patih tersebut. Sebagai catatan, bunga yang diselipkan diatas telinga saat ini masih dipraktekkan dalam adat upacara-upacara yang ada di Bali.

Prasasti Gajah Mada berisi tentang peninggalan Paduka Bhatara Sang Lumah ri Siwa Buddha, yaitu raja Kertanegara. Bagian ini sering disebut Prasasti Gajah Mada, menyebutkan Sang Mahamntri – Mukya Rakryam Mahapatih Mpu Mada pada tanggal 1 Suklapaksa bulan Wecaka tahun 1273 meresmikan sebuah caitya untuk memperingati gugurnya Paduka Bhatara (Kertanegara) beserta para pendeta dan pejabat tinggi yang terus bersamanya.

 
 
 

Alexys Network

 
Copyright © Free Info Internet