BANYAK sekali teori-teori fisika yang bisa diaplikasi dalam kehidupan sehari-hari. Salah satunya adalah memadamkan api dengan menggunakan soda kue. Jadi, Anda tak perlu panik kalau api di dapur tiba-tiba membesar. Gunakan soda kue secukupnya, dan api pun akan padam.
Kok bisa? Api dihasilkan jika tersedia tiga komponen utama. Pertama, bahan bakar seperti senyawa hidrokarbon (BBM dan kayu). Kedua, agen pengoksidasi (oksidator), biasanya oksigen dari udara. Ketiga, adanya panas. Reaksi pembakaran akan berhenti kalau salah satu dari tiga komponen itu dihilangkan.
Contohnya, api dapat dikecilkan dengan menghalangi aliran oksigen ke bahan bakar. Menutup kompor yang terbakar dengan karung basah juga dilakukan dalam rangka menghalangi aliran oksigen. Hal yang sama juga terjadi ketika oksigen digantikan oleh gas yang tidak mendukung pembakaran, misalnya karbondioksida (CO2).
Aksi pemadaman dengan CO2 ber-dasarkan pada fakta bahwa CO2 lebih berat dari udara (44,0 vs 28,9 g mol-1). Ini menyebabkan lingkungan yang mengandung banyak CO2 mengendap dan membungkus benda yang terbakar. Penggantian udara oleh CO2 yang lebih berat menghentikan proses pembakar-an.
Setelah itu, air akan mendinginkan sistem dan menurunkan suhu sampai pada titik dimana reaksi pembakaran tidak dapat terjadi lagi.
Sodium bikarbonat (NaHC03), atau dikenal sebagai soda kue, juga efektif memadamkan api. Sebab reaksi kimia dari garam ini pada suhu tinggi mengurangi oksigen dari lingkungan.
Meskipun merupakan padatan ionik yang stabil pada suhu kamar, pada suhu tinggi (seperti dalam api) soda kue mengalami dekomposisi termal. Salah satu hasilnya adalah CO2, yang membuat kandungan oksigen di lingkungannya turun sehingga api pun padam. (S M)
google adsense
download store
Pendidikan
Padamkan api dengan soda kue
Label: iptek




















